7 Gejala Anda Berisiko Terkena Penyakit Stroke

Penyakit Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Terjadi Ketika pembuluh darah arteri yang memiliki tugas mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau jika robek atau bocor. Stroke adalah hilangnya fungsi utama otak dengan seketika, dikarenakan adanya gangguan suplai darah ke otak. berikut adalah 7 Gejala Anda Berisiko Terkena Penyakit Stroke.

7 Gejala Anda Terkena Penyakit Stroke

7 Gejala Anda Terkena Penyakit Stroke

Diagnosis penyakit stroke dapat ditegakkan setelah ditinjau perjalanan penyakit dan dari hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik membantu dalam menentukan lokasi kerusakan otak. untuk lebih memastikan diagnosis, cara yang sering digunakan yaitu pemeriksaan dengan CT scan atau MRI. Kedua pemeriksaan tersebut juga dapat memastikan penyebab stroke dikarenakan arteri yang tersumbat atau pembuluh darah yang pecah, adanya resiko serangan stroke iskemik, pada bagian mana otak yang terserang, dan seberapa parah stroke tersebut, kadang dilakukan aniografi.

Penyakit Stroke dapat muncul kapan saja, dimanapun dan pada siapa saja, baik saat seseorang sedang melakukan akivitas maupun sedang beristirahat, bahkan dengan kondisi normal tanpa adanya gejala bisa terkena stroke dengan seketika.Seseorang dikatakan menderita stroke jika mengalami devisit neurologis selama lebih dari 24 jam. Bila gangguan saraf berlangsung selama kurang dari 24 jam maka keadaannya disebut sebagai stroke ringan. Perlu diingat bahwa stroke ringan merupakan salah satu faktor risio terjadinya stroke dikemudian hari, sehinga keadaan ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Gejala klinis stroke, murni disebabkan oleh adanya gangguan pada pembuluh darah otak, berupa penyumbatan ataupun pecahnya pembuluh darah otak, dan bukan disebabka oleh penyakit lain seperti tumor otak, infeksi otak ataupun gangguan saraf perifer. Faktor – faktor yang dapat menyebabkan gangguan pembuluh darah otak diantaranya adalah hipertensi, kencing manis dan kolestrol.

Dalam kasus stroke terdapat istilah time is brain, waktu adalah otak. Semakin terlambat seseorang yang menderita stroke mendapatkan peanaganan, semakin banyak pula jaringan otak yang akan mengalami kerusakan permanen, sehingga berat pula kecacatan yang timbul. Oleh karna itu komponen dalam keluarga dan masyarakat harus mengetahui gejala penyakit stroke seperti:

Kehilangan motoric

Tidak berfungsi secara normal pada saraf motorik paling umum adalah hemiplegia atau hilangnya fungsi otot pada salah satu sisi dan hemiparesis kelemahan salah satu sisi.

Kehilangan berkomunikasi

Penyebab paling umum yaitu tidak berfungsi secara normal Bahasa dan komunikasi adalah disatria (kesulitan berbicara), disfasia  atau afasia (kehilangan berbicara), dan apraksia (ketidak mampuan untuk melakukan tindakan yang dipelajari sebelumnya)

Defisit lapang pandang,

sisi visual yang terkena berkaitan dengan sisi tubuh yang paralisis yaitu kesulitan menilai jarak, tidak menyadari orang atau objek ditempat kehilangan penglihatan 

Defisit sensori,

terjadi pada sisi berlawanan dari lesi yaitu kehilangan kemnampuan untuk merasakan posisi dan gerakan bagian tubuh

Kerusakan fungsi kognitif dan efek psikologik,

bila kerusakan pada lobus frontal, mempelajari kapasitas, memori atau fungsi intelektual mungkin terganggu. Disfungsi ini dapat ditunjukan dalam lapang perhatian terbatas, kesulitan dalam pemahaman, lupa dan kurang motivasi.

Disfungsi kandung kemih,

setelah penyakit stroke yang dialami pasien mungkin mengalami ketidak mampuan mengontrol buang air kecilnya karena kerusakan control motoric

Untuk itu sebaiknya anda mengetahui gejala-gejala diatas dengan baik sehinggga bila anda atau keluarga anda mengalami gejala tersebut dapat segera ditangani dengan baik sebelum terlambat.