Infeksi usus adalah peradangan atau inflamasi yang terjadi pada usus kecil dan besar. Kondisi dengan istilah medis enterokolitis ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis infeksi akibat virus, jamur, bakteri, ataupun parasit.

Usus merupakan salah satu organ pencernaan yang berguna untuk proses penyerapan makanan dan juga tempat di mana makanan akan diubah menjadi partikel-partikel kecil sehingga mudah diserap oleh tubuh. Sayangnya usus manusia sangat rentan mengalami infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu. Seperti yang kita tahu, makanan yang kita konsumsi setiap saat tidak selalu steril dan bebas dari berbagai macam kuman. Kuman yang masuk ke dalam tubuh bisa jadi menyebabkan infeksi, salah satunya infeksi di area usus.

Gejala umum awal pada infeksi usus adalah gangguan pencernaan. Gejala dan tanda klinisnya dapat berupa diare yang bisa disertai mual, muntah-muntah, darah pada tinja, sakit perut, demam, serta menggigil.

 

Gejala Infeksi Usus

Kondisi Infeksi Usus bisa diketahui dengan memperhatikan gejala-gejala yang muncul. Adapun beberapa gejala yang akan muncul jika Anda mengalami infeksi usus adalah sebagai berikut :

  1. Penurunan Nafsu Makan

Salah satu gejala yang akan muncul apabila Anda mengalami infeksi usus adalah penurunan nafsu makan. Saat sistem pencernaan mengalami gangguan sudah tentu proses pencernaan juga akan terganggu. Akibatnya Anda akan mengalami penurunan nafsu makan karena merasa pencernaan Anda tidak lancar atau tidak nyaman. Anda mungkin juga akan mengalami rasa nyeri di bagian perut ketika mengkonsumsi makanan sehingga memicu penurunan nafsu makan.

Baca juga: Terapi Stroke

  1. Mual

Penurunan nafsu makan pada penderita infeksi usus biasanya juga akan diikuti dengan gejala mual. Gejala mual tersebut muncul sebagai akibat proses pencernaan di dalam usus tidak berjalan lancar akibat adanya gangguan dari mikroorganisme yang menyebabkan infeksi. Bahkan kondisi ini sering menyebabkan seseorang tidak bisa mengkonsumsi makanan sama sekali karena perasaan selalu ingin muntah ketika mengkonsumsi sesuatu. Akibatnya, penderita infeksi usus kemungkinan besar juga akan mengalami penurunan berat badan secara signifikan. Namun, untuk memastikan apakah mual yang Anda rasakan adalah gejala dari infeksi usus maka Anda perlu memperhatikan gejala lain yang ikut muncul. Selain itu Anda juga perlu memperhatikan kemungkinan adanya penyakit lain yang bisa menyebabkan munculnya gejala mual tersebut. Bisa saja mual yang Anda rasakan merupakan dampak dari penyakit pencernaan lainnya seperti asam lambung, maag, atau gangguan pencernaan lain (biasanya gangguan pencernaan di lambung).

 

  1. Sakit Perut

Gejala lain yang akan muncul ketika infeksi usus sudah tergolong memasuki tahap yang parah adalah sakit perut. Sakit perut ini lokasinya bisa berbeda-beda pada setiap penderitanya, bergantung pada lokasi infeksi yang dialami oleh penderita. Tingkat keparahan rasa sakit juga bisa bervariasi pada setiap penderitanya, bergantung pada parah atau tidaknya infeksi yang dialami oleh penderita. Selain itu, penyebab dari infeksi usus itu sendiri juga bisa berpengaruh pada tingkat keparahan rasa sakit yang dialami oleh penderita infeksi usus.

 

  1. Kram Perut

Selain sakit perut, infeksi usus juga akan menyebabkan munculnya gejala kram perut pada penderitanya. Munculnya gejala kram perut ini bisa sewaktu-waktu dan memiliki tingkat keparahan yang berbeda pada setiap penderitanya. Pada kasus yang belum terlalu parah, munculnya gejala kram perut biasanya sangat jarang. Namun ketika infeksi usus sudah tergolong parah biasanya kram perut akan semakin sering muncul dan berada pada tingkat yang cukup parah hingga menyebabkan penderitanya tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Pada tingkat yang belum parah, kram perut biasanya hanya akan berlangsung selama 3 sampai 4 menit dan dalam frekuensi yang tidak terlalu sering. Namun ketika infeksi tidak segera ditangani dan menjadi semakin parah maka penderitanya biasanya akan mengalami kram perut lebih sering dan lebih lama.

 

  1. Demam

Demam merupakan gejala umum yang akan dialami oleh tubuh ketika bagian tubuh di manapun mengalami infeksi. Gejala ini merupakan gejala paling umum karena infeksi akan menyebabkan sistem pertahanan tubuh bekerja ekstra untuk melawan bakteri atau mikroorganisme lain yang menyebabkan infeksi. Untuk mengetahui apakah demam yang Anda alami merupakan gejala dari infeksi usus maka Anda perlu memperhatikan gejala lain yang ikut muncul bersama dengan gejala demam tersebut. Karena bisa jadi demam yang Anda alami bukan disebabkan oleh infeksi usus.

 

  1. Sembelit

Gangguan pada sistem pencernaan salah satunya adalah infeksi usus bisa menyebabkan komplikasi pada gangguan pencernaan lainnya. Salah satu komplikasi dari infeksi usus tersebut adalah sembelit. Munculnya gejala sembelit terjadi akibat proses pencernaan di dalam usus terganggu. Bisa jadi penderita akan mengalami gejala ini ketika proses pemecahan makanan di dalam usus tidak berjalan dengan baik sehingga menyebabkan tekstur tinja menjadi lebih keras dan menyebabkan sembelit.

 

  1. Diare

Selain sembelit, gejala lain yang disebabkan oleh infeksi usus bisa jadi berupa diare. Kondisi ini sangat mungkin terjadi ketika bakteri yang menyebabkan infeksi telah bergerak lebih jauh ke dalam saluran pencernaan. Munculnya gejala diare tersebut bisa jadi karena adanya iritasi pada usus atau karena tubuh berusaha untuk membersihkan bakteri penyebab infeksi tersebut melalui buang air besar. Diare merupakan gejala paling umum yang sering menandakan seseorang terkena infeksi usus.

 

  1. Sakit Kepala

Gejala sakit kepala ternyata juga bisa menandakan adanya infeksi usus. Saat seseorang mengalami infeksi usus, proses penyerapan sari-sari makanan dan juga air akan mengalami hambatan. Akibatnya tubuh akan mengalami dehidrasi dan juga kekurangan asupan zat gizi. Padahal otak selalu membutuhkan cairan dan berbagai macam nutrisi makanan untuk bekerja. Kekurangan cairan dan juga nutrisi makanan bisa memicu terjadinya sakit kepala. Sakit kepala kemungkinan juga akan muncul bersamaan dengan munculnya gejala demam.

 

Itulah beberapa gejala yang akan muncul ketika seseorang mengalami infeksi usus. Tingkat keparahan gejala-gejala di atas bisa bervariasi pada setiap penderitanya, bergantung pada tingkat keparahan infeksi dan juga penyebab infeksi usus itu sendiri. Untuk memastikan apakah Anda mengalami infeksi usus atau tidak maka segeralah lakukan pemeriksaan medis jika Anda mengalami beberapa gejala di atas.

Baca Juga : Terapi Kanker

Terdapat 2 jenis infeksi usus, yaitu necrotizing enterocolitis (NEC) dan kolitis pseudomembran.

Necrotizing Enterocolitis (NEC)

NEC adalah terbentuknya nekrosis atau jaringan mati dalam usus. Kondisi ini umumnya terjadi pada bayi prematur dan dapat menyebabkan kematian.

Penyebab munculnya jaringan mati tersebut belum diketahui hingga saat ini. Beberapa faktor yang diduga berpotensi meningkatkan risiko bayi untuk mengalami NEC meliputi:

  • Konsumsi susu formula yang lebih banyak dibandingkan dengan ASI.
  • Transfusi darah.
  • Bayi yang sakit parah.

Di samping diare dan muntah, NEC dapat ditandai dengan gejala berupa perut kembung, susah makan, perut yang membesar, lemas, serta napas, detak jantung, tekanan darah, atau suhu tubuh menjadi tidak stabil.

Terdapat beberapa komplikasi serius yang berpotensi dialami oleh pengidap NEC. Contohnya adalah sepsis, peritonitis, gangguan hati, sindrom usus pendek, serta usus yang berlubang.

 Baca Juga : Terapi Jantung

Kolitis Pseudomembran

Kolitis pseudomembran adalah salah satu jenis pembengkakan atau inflamasi usus besar parah. Inflamasi tersebut disebabkan oleh perkembangan jumlah bakteri Clostridium difficile (C.diff) yang berlebihan.

Pada kondisi normal, bakteri C.diff memang ada dalam usus besar manusia. Tetapi jika Anda mengonsumsi antibiotik, bakteri tersebut bisa berkembang secara tidak terkendali.

Kolitis pseudomembran termasuk penyakit menular karena bakteri C.diff bisa menyebar melalui spora-spora yang terkandung dalam tinja. Beberapa faktor yang dapat mempertinggi risiko seseorang untuk mengidap penyakit ini meliputi:

  • Usia. Penyakit ini lebih sering diidap oleh orang dewasa.
  • Penggunaan antibiotik, seperti ampicilin, clindamycin, serta cephalosporin.
  • Tempat perawatan seperti rumah sakit, panti jompo atau institusi medis lainnya. Penyebaran bisa terjadi lewat tangan pekerja medis yang tercemar spora tersebut.
  • Pasien yang menginap dalam waktu lama di rumah sakit, misalnya karena mengidap sakit parah.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, contohnya karena kemoterapi.

Gejala awal yang sering terjadi adalah mengalami diare (5 hingga 10 kali dalam sehari untuk dewasa dan setidaknya 3 kali sehari selama lebih dari dua hari pada pasien anak-anak), kram perut, merasa ingin buang air besar, serta muncul darah pada tinja.

Mengetahui apakah Anda terkena infeksi usus atau tidak sangatlah penting. Hal tersebut mengingat usus merupakan organ vital bagi proses pencernaan di dalam tubuh. Selain itu, mengetahui apakah Anda terkena infeksi usus atau tidak akan membantu Anda menjaga organ pencernaan selalu sehat sehingga proses pencernaan maupun penyerapan sari-sari makanan di dalam tubuh menjadi lancar.

 

Untuk pengobatan Infeksi Usus dapat langsung menghubungi kami dan dapat berkonsultasi secara gratis dengan Bapak Tinggal Guharto selaku pakar pengobatan terapi alternatif di indonesia.